• Kampung Bola Internasional, Jadi Pusat Pembinaan Atlet dan Destinasi Wisata

    Kampung Bola Internasional, Jadi Pusat Pembinaan Atlet dan Destinasi Wisata

    Beritahati.com, Denpasar - Pulau Bali kini memiliki Kampung Bola Internasional. Kampung Bola Internasional yang merupakan kerja sama Desa Adat Kutuh dan Yayasan Gobolabali itu telah rrsmi diluncurkan kepada publik.

    Peresmian Kampung Bola Internasional dihadiri oleh sejumlah pihak di antaranya Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Raden Isnanta dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani.

    CEO Yayasan Gobolabali, I Gusti Agung Putu Nuaba selaku inisiator Kampung Bola Internasional menjelaskan, ada empat program prioritas yang akan diselenggarakan di Kampung Bola Internasional. Keempatnya adalah sosialisasi fundamental sepakbola yang harus terus ditingkatkan, program latihan, Annual Event Badung International Football Champhionship dan pemusatan latihan.

    "Untuk Annual Event Badung International Championship ada lima kategori di antaranya U-20 wanita, U-13 dan U-15 dan festival sepakbola annual event itu akan diikuti oleh beberapa negara yang telah mendaftar," ujar Agung Nuaba, Selasa (18/6/2019).

    "Kami juga akan membangun pemusatan latihan U-15 yang bekerjasama dengan partner dari Spanyol. Untuk U-13 tengah dibangun kerja sama dengan Korea. Nantinya, anak-anak potensial dari Indonesia akan dikirim ke sana," tambahnya.

    Menurut Agung Nuaba, Kampung Bola Internasional yang berorientasi pada pembinaan fundamental sepakbola Indonesia merupakan tindak lanjut dari Inpres Nomor 3 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

    "Hakekatnya kami ingin mengimplementasikan Inpres Nomor 3 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Program fundamental sepakbola ini kami rancang sejak 4 tahun lalu. Program ini sudah direkomendasikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pariwisata pada 2016. Nanti program akan dilakukan secara nasional, tapi dimulai dari Kampung Bola Internasional ini," terang dia.

    Tak hanya pembinaan fundamental sepakbola, lokasi Kampung Bola Internasional drngan view indah di atas tebing yang menjorok ke pantai akan menjadi daya tarik tersendiro dalam konteks destinasi wisata. "Tak hanya pembinaan sepakbola, Kampung Bola Internasional bisa menjadi daerah tujuan wisata dalam konteks sport tourism," ujarnya.

    Sementara itu, Jro Bendesa Adat Kutuh, I Made Wina menjelaskan, Kampung Bola Internasional terletak di kawasan Gunung Payung Culture Park. Areal luasan lahannya seluas 16 hektar, ditambah areal tebing seluas 4 hektar. "Ini yang akan kami kembangkan sebagai kawasan pariwisata dengan penguatan budaya dan olahraga. Salah satu daya tarik yang dikembangkan adalah wisata olahraga, sport tourism. Itulah dasarnya pembentukan Kampung Bola Internasional. Di sini juga ada olahraga paralayang," ujarnya.

    Sementara untuk pendanaan penataan kawasan, pembangunan lapangan bola dan ikon Kampung Bola Internasional, dana yang dirogoh sebesar Rp5 miliar. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Raden Isnanta menjelaskan, salah satu event sukses yang telah dihelat bersama Yayasan Gobolabali adalah Badung International Football Champioship yang diikuti oleh 10 negara.

    "Ada 250 peserta yang hadir dari 10 negara itu. Itu baru anak-anak yang tergabung dalam tim. Belum lagi orangtua dan keluarga mereka yang ikut mendampingi. Jadi dalam kontks sport tourism, ini sangat tepat. Anak-anak kita mendapat pengalaman bertanding internasional, pariwisata kita juga jalan," paparnya.

    Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani menuturkan, sumbangsih sport tourism masih terbilang kecil. "Meski kecil, tapi sumbangan dan dampaknya secara ekonomi jauh lebih bessr kalau kita lihat per kunjungan. Sport tourism akan menjadi ciri khas bagi Bali," tuturnya.

  • Pilih Terobos Kawat Berduri, Tolak Jalan Lain, BW Bernarasi Perjuangan Soekarno

    Pilih Terobos Kawat Berduri, Tolak Jalan Lain, BW Bernarasi Perjuangan Soekarno

    Beritahati.com, Jakarta - Bambang Widjojanto (BW), Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, sempat menjadi pusat perhatian media akibat memilih cara tak biasa untuk menuju ke Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Apa itu? Dibanding mengambil jalan lain yang sudah disediakan (memutar), BW malah memilih sendiri melewati barrier kawat berduri.

    Sebelumnya, Jalan Medan Merdeka Barat ditutup selama sidang gugatan Pilpres 2019, Selasa, 18 Juni 2019, sehingga petugas keamanan membentangkan kawat berduri. Penjagaan ketat seperti ini untuk menghindari kecolongan seperti ketika pecah kerusuhan 21-22 Mei 2019.

    Masih pagi, BW yang datang berjalan kaki nampak kebingungan sambil melihat-lihat keadaan sekelilingnya. Ternyata ia sedang mencari celah untuk menembus kawat berduri yang dipasang dua lapis oleh petugas.

    "Wah, kemarin nggak sampai begini. Bisa lewat sana," ucap BW sambil berjalan pergi tanpa mengindahkan arahan petugas yang menunjukkan jalan memutar lewat Abdul Muis untuk ke Gedung MK.

    BW lantas menuju jalan di samping Monas. Dia melihat celah antara pagar Monas dan kawat berduri. Setelah memiringkan badan, BW langsung menyelipkan tubuhnya melewati celah antara pagar dan kawat berduri. Tindakan itu diikuti anggota Tim Hukum Prabowo-Sandi lainnya.

    Akhirnya BW berhasil melewati satu barrier kawat berduri, namun kembali terjebak kawat berduri lainnya di muka Museum Indonesia, atau Museum Gajah. Namun ia bersyukur tidak harus menembus barikade kawat lagi, karena bisa masuk dan keluar lagi lewat pintu museum.

    Usai melintasi kawat berduri, BW lantas menarasikannya dengan mengatakan teringat perjuangan presiden pertama RI Soekarno, yang sempat dituduh sebagai pemberontak. Dirinya menyamakan perjalanannya yang memilih menembus kawat berduri dibanding melewati jalan lain yang sudah disediakan dengan perjuangan Proklamator Ir. Soekarno.

    "Saya teringat perjuangan Soekarno dituduh sebagai pemberontak. Soekarno kemudian membuat judul 'Di bawah Bendera Revolusi'. Sekarang saya jangan-jangan, judul persidangan kita ini adalah 'Mewujudkan Kedaulatan Rakyat' atau 'Membangun Peradaban di Bawah yang Berpijak pada Kedaulatan Rakyat', kan luar biasa ini, masuk ke sini saja susah," kata BW menarasikan kejadian yang baru saja dipilihnya.

  • BPN Tulis MK 'Mahkamah Kalkulator', TKN : Contempt of Court, Tolak Gugatan Seluruhnya

    BPN Tulis MK 'Mahkamah Kalkulator', TKN : Contempt of Court, Tolak Gugatan Seluruhnya

    Beritahati.com, Jakarta - Tim Kuasa Hukum Pihak Pemohon, Paslon 02 Capres-Cawapres Prabowo-Sandi sebelumnya pernah meminta Mahkamah Konstitusi (MK) agar tidak menjadi 'Mahkamah Kalkulator' dalam mengadili sidang gugatan Pilpres 2019.

    Menanggapi hal itu, Tim Kuasa Hukum Pihak Terkait, Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin mengungkapkan, Pemohon secara tersurat telah melabelkan Mahkamah Konstitusi yang mulia ini dengan 'Mahkamah Kalkulator', sebagaimana tertulis pada halaman 1 gugatan Pemohon.

    "Hal ini dapat dikualifikasi sebagai sebuah tindakan contempt of court (menghina lembaga peradilan) karena disampaikan secara resmi dalam persidangan melalui permohonan tertulis, bukan sekadar opini di luar persidangan," ucap Tim Kuasa Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN), Luhut Pangaribuan, membacakan jawaban atas permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakartya Pusat, seperti disiarkan langsung oleh RRI, Selasa (18/6/2019).

    Menurut Luhut, memplesetkan sebutan MK menjadi 'Mahkamah Kalkulator' tidaklah etis. Hal itu juga dapat mendorong dan menggiring opini masyarakat yang mencoreng marwah serta martabat MK sebagai lembaga peradilan.

    "Tindakan tidak etis dan merusak martabat Mahkamah ini tidak dapat ditoleransi untuk menjaga martabat dan kewibawaan Mahkamah yang berperan sebagai penjaga Konstitusi. Pemohon mendalilkan agar Mahkamah menjaga konstitusionalitas Pemilu akan tetapi telah secara terang-terangan menyebut Mahkamah sebagai 'Mahkamah Kalkulator' di bagian awal permohonan. Pernyataan ini telah meruntuhkan kredibilitas Pemohon dalam membangun seluruh argumennya di hadapan Mahkamah," papar Luhut selanjutnya.

    Dengan demikian, Tim Kuasa Hukum TKN meminta majelis hakim mahkamah untuk menolak gugatan yang dilayangkan BPN dengan alasan menyerang integritas MK sejak awal.

  • 5 Pemuda Biadab, Tenggak Miras, Perkosa Gadis 13 Tahun, Divideokan, Diviralkan

    5 Pemuda Biadab, Tenggak Miras, Perkosa Gadis 13 Tahun, Divideokan, Diviralkan

    Beritahati.com, Kotim - Peristiwa memilukan menimpa seorang gadis kecil berusia 13 tahun di Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Bocah perempuan malang tersebut diperkosa bergiliran oleh lima pemuda biadab. Tak cukup sampai disitu, tindakan asusila itu direkam menggunakan video melalui smartphone lantas diviralkan ke media sosial.

    Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) AKBP Mohammad Rommel berang bukan main dan langsung memerintahkan pengejaran terhadap para pelaku yang dinilainya sudah di luar batas kemanusiaan.

    "Pengungkapan kasus ini berawal dari beredarnya video porno yang menunjukkan pencabulan anak di bawah umur. Polsek dan Polres kemudian menyelidiki dan ternyata benar, sehingga para pelaku langsung ditangkap," kata Kapolres AKBP Mohammad Rommel didampingi Wakapolres Kompol Endro Ariwibowo di Sampit, seperti dilansir Antara, Selasa (18/6/2019).

    Pelaku utama berinisial JI, usia lebih dari 18 tahun, dan empat lainnya masih dibawah usia itu. Mereka bersepakat dan melakukan pemerkosaan terhadap gadis malang itu pada 21 April silam di sebuah pondok yang sepi.

    Saat kejadian, korban bersama dua rekannya hendak pulang setelah mencari buah dan melintas di sebuah pondok yang saat itu ada salah satu tersangka. Salah satu tersangka sempat berpesan agar korban mampir ke pondok itu setelah mengantar temannya.

    Tidak lama kemudian, korban yang masih polos kembali ke pondok itu. Korban dibawa masuk ke pondok yang di dalamnya ternyata sudah ada empat pelaku lainnya, kemudian terjadilah pemerkosaan itu. Satu di antara pelaku sekaligus bertugas membuat video kejadian pilu tersebut.

    Anak kecil itu tak sanggup melawan lima laki-laki yang tega melakukan perbuatan hina terhadap dirinya tanpa rasa kasihan. Seusai kejadian, korban pulang dengan ketakutan dan tidak berani menceritakan kejadian pahit yang dialaminya.

    Korban menutup rapat nasib dan kesedihan yang dialaminya. Kejadian ini baru terbongkar ketika video pemerkosaan itu menyebar sehingga polisi langsung menyelidikinya pada Sabtu (15/6) lalu.

    "Saat itu ayah korban tidak tahu karena anaknya tidak berani melapor. Setelah melalui pendekatan, korban akhirnya mengaku," ungkap Rommel.

    Dari lima pelaku, empat orang bisa diamankan, sedangkan satu orang lainnya masih dalam pengejaran. Pengakuan salah satu tersangka, sebelum kejadian itu, mereka menenggak minuman keras tradisional yang disebut 'baram'.

    "Para tersangka dikenakan pasal-pasal dalam UU Perlindungan Anak, UU tentang Pornografi karena pembuatan konten dan juga sedang kami selidiki kaitannya dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik kaitannya bagi yang menyebarkan video," tegas Rommel.

    Kasus ini ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak karena korban dan sejumlah pelaku masih di bawah umur. Pendampingan juga akan dilakukan, khususnya untuk membantu korban agar secara psikologis tidak terpuruk akibat traumatik kejadian yang menimpanya.

Galeri